Pemulihan pascabencana, call center 112 Kemkomdigi hadir di Aceh
Banda Aceh, VoicePapua.com – Untuk percepatan pemulihan pascabencana, call center 112 Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) hadir di Aceh.
Pihaknya berkolaborasi dengan PT Digital Sandi Informasi (DSI) resmi menghadirkan Dashboard “Satu Data Kedaruratan Provinsi Aceh”.
Dilansir dari laman InfoPublik, Jumat (23/1-2026) menyebut, layanan Call Center 112 yang diinisiasi oleh Kemkomdigi itu, hadir di Aceh lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) PT DSI.
Pemprov Aceh melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima langsung bantuan CSR sistem layanan Call Center 112 di Ruang Rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Rabu (21/1/2026).
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan kehadiran Call Center 112 bagi Pemprov Aceh. Ini jelas makin memperkuat komitmen kami menyediakan layanan publik yang cepat, tepat, responsif dan bermanfaat bagi Masyarakat Aceh,” kata M. Nasir dalam sambutannya.
Sekda Aceh megungkapkan, Satu Data Kedaruratan Provinsi Aceh 112 bukan sekadar nomor telepon biasa, melainkan sebuah sistem integrasi pelayanan publik yang dirancang untuk menangani berbagai situasi darurat yang terjadi di tengah masyarakat.Mulai dari kecelakaan, kebakaran, kebutuhan ambulans, hingga gangguan keamanan dan ketertiban Masyarakat.
“Namun, keberhasilannya tergantung koordinasi dan kerja sama lintas sektor semua organisasi perangkat daerah (OPD), tanpa itu ini tidak jalan. Karena itu saya minta semua OPD cepat merespons permintaan operator nantinya, jangan gara-gara birokrasi pelayanan jadi lambat,” ungkap M. Nasir.
Sekda Aceh berharap semua OPD dan stakeholders terkait di Aceh dapat memahami mekanisme dan kerja sistem Satu Data Kedaruratan 112 tersebut, serta membantu edukasi penggunaan layanan kepada publik agar tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab.
”Dengan kondisi kedaruratan saat ini pascabencana, mudah-mudahan kehadiran 112 bisa turut mempercepat pemulihan dan rekonstrusi,” harap Sekda Aceh.
Sementara itu, Direktur Operasional PT DSI, Aditya Rizka, menyampaikan bahwa kehadiran layanan panggilan darurat 112 itu merupakan bentuk dukungan dalam penguatan layanan kedaruratan di Aceh, serta mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor.
”Layanan tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara gratis dan bebas pulsa lewat semua operator, baik telepon genggam maupun telepon rumah,” kata Aditya Rizka.
Tujuan utama penyediaan layanan itu, lanjutnya, adalah untuk memperkuat kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan dinas-dinas terkait.(****)
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika


0 Comments