Masyarakat Maluku yang Domisili di Papua Diimbau Jaga Kebersamaan
Jayapura, VoicePapua.com – Masyarakat Maluku yang berdomisili di Papua diimbau menjaga kebersamaan dan terus merawat persatuan.
Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, saat membuka Festival Budaya Maluku di Lapangan Tri Sila, Entrop, Kota Jayapura, Sabtu (10/5/2025).
Dirangkum dari laman RRI, Minggu (18/5-2025), Ramses mengatakan, masyarakat Maluku telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial di Papua. Ia berharap mereka bisa menyatu dengan budaya lokal tanpa kehilangan identitas.
“Dengan demikian kebersamaan itu selalu tercipta. Kita saling bersinergi antar paguyuban yang ada di Papua. Dengan keberagaman ini, kita bisa bersatu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Ramses mengimbau warga agar memilih pemimpin sesuai hati nurani, tanpa membuat perpecahan.
“Jangan kita membuat perpecahan maupun perbedaan. Pilih sesuai hati nurani masing-masing tanpa membuat blok-blok. Karena hidup kita sekarang untuk Papua dan Papua untuk kita,” tegasnya.
Festival Budaya Maluku merupakan bagian dari peringatan Hari Pattimura ke-208. Acara ini dimeriahkan dengan atraksi Pukul Sapu Lidi dan Bambu Gila yang dibawakan oleh pemuda-pemuda Maluku.
Pukul Sapu Lidi merupakan tradisi khas dari Desa Mamala dan Morela di Maluku Tengah, yang dipentaskan tiap 7 Syawal usai Idul Fitri. Tradisi ini berasal dari kisah perjuangan Kapitan Telukabessy dan pasukannya melawan penjajah Portugis dan VOC pada abad ke-17 dalam mempertahankan Benteng Kapahaha.
Untuk menandai kekalahan, para prajurit saling mencambuk dengan lidi enau hingga berdarah sebagai simbol tekad dan solidaritas. Luka akibat cambukan diobati dengan minyak Mamala yang dikenal mujarab.
Sementara itu, Bambu Gila adalah permainan rakyat Maluku yang diwariskan sejak zaman animisme. Tujuh orang pemain dipandu seorang pawang yang membacakan mantra dan membakar kemenyan.
Setelah “dirasuki roh”, bambu akan bergerak tak terkendali, menandakan kekuatan supranatural. Permainan ini juga dulu digunakan dalam peperangan untuk memindahkan kapal dan perlengkapan berat.(****)
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika


0 Comments