Tim Pusat Siap Validasi 105 Titik SPPG di Kabupaten Sorong

Aimas, VoicePapua.com – Tim pusat siap validasi 105 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sorong.

Pembahasan dimaksud melalui rapat koordinasi penentuan titik-titik SPPG di daerah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan), berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sorong, Sabtu (27/9-2025).

Wakil Bupati Sorong Sutedjo, selaku Ketua Tim Percepatan Pelayanan Makanan Bergizi Gratis, saat membuka rapat menjelaskan bahwa tugas dan fungsi satuan tugas, terkait percepatan Program Makan Bergisi Gratis (PMBG).

Menurutnya, tugas tim Satgas akan fokus pada perbaikan fundamental.

Termasuk, memastikan program berjalan efektif dan mengetahui secara akurat jumlah dapur yang beroperasi. Serta, berapa siswa yang didistribusikan makanannya per distrik.

Anggota Satgas berhak melakukan kunjungan dan pengawasan langsung ke dapur untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi makanan berjalan sesuai protokol, imbih dia.

"Kita berhak untuk mempunyai tugas melihat di tempat pembagian siswa. Mungkin juga kita mempunyai hak untuk membuka, melihat makanan itu layak ataupun tidak," tegasnya.

Satgas mendesak Dinas Pendidikan untuk segera menyerahkan daftar siswa penerima manfaat per distrik. Hal ini vital untuk memastikan data akurat dan sinkron dengan kebutuhan program.

Dia juga mengatakan,  tim akan segera berkoordinasi dengan pihak dapur untuk memberikan peringatan keras (warning) agar makanan yang dikirim dalam keadaan baik dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Seperti keracunan makanan.

Akselerasi program ini didasarkan pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 124 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 17 September 2025.

Keputusan tersebut, membentuk Tim Percepatan Pelayanan Makanan Bergizi Gratis di Daerah Terpencil yang bertanggung jawab langsung di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu, Sekretaris II Satgas Percepatan Pelayanan Makanan Bergizi Gratis, Ronney Kalesarang menambahkan bahwa tim dari pusat ini dijadwalkan mulai turun ke enam wilayah besar di Indonesia.

Yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua yang akan dimulai Senin pekan depan. Fokus utama pengerahan tim adalah untuk memvalidasi lokasi-lokasi SPPG.

Secara spesifik, tim pusat akan mengawali validasi di wilayah timur. Dengan fokus pada Kabupaten Sorong. Proses ini akan mencakup verifikasi terhadap 105 titik SPPG yang telah ditetapkan di kabupaten ini.

Awalnya, tim pusat dijadwalkan turun ke Jayapura. Namun, muncul usulan agar tim tersebut, membagi fokus dan mengalihkan peninjauan ke Sorong untuk mencakup wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.(****)