Kunker Komisi VII DPR RI ke Sorong Serap Berbagai Aspirasi
Kota Sorong, VoicePapua.com - Kunjungan kerja (Kunker) Komisi VII DPR RI ke Sorong, Papua Barat Daya menyerap berbagai aspirasi. Berbagai aspirasi dimaksud, disampaikan berbagai pihak pemangku kepentingan mitra Komisi VII DPR RI.
Dirangkum dari RRI, Jumat (30/5-2025), dalam tatap muka bersama terdapat sejumlah catatan sebagai aspirasi, terutama berkenaan dengan aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat yang sedang mendapat sorotan setelah viral karena adanya kekhawatiran akan merusak potensi pariwisata Raja Ampat yang telah mendunia.
Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam mengatakan daerah yang dipimpinnya ini memiliki banyak potensi sumber daya alam, potensi pariwisata yang mendunia dimana potensi ini 80 persen merupakan kawasan konservasi, disisi lain kata Orideko tidak ada kewenangan pemerintah daerah untuk dapat mengelola potensi yang ada sebab perizinan semua ditangani oleh pemerintah pusat, alhasil pemerintah dan masyarakat didaerah hanya akan menjadi penonton melihat potensi yang dimiliki tidak dapat dikelola sendiri.
"Kewenangan yang sangat terbatas, lalu kami pemerintah daerah yang berhadapan dengan masyarakat, kewenangan laut terbatas, kewenangan didarat juga terbatas, lalu kami jaga laut untuk apa?jaga darat untuk siapa?kami tidak dapat berbuat apa-apa, 80% kawasan Raja Ampat ini semua konservasi, oleh karena itu kami harapkann agar ada peninjauan ulang terhadap keenangan yang ada" kata Orideko Burdam.
Orideko berharap agar komisi VII dapat membantu pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan daerah, diantaranya dengan memberikan akses bagi daerah dalam mengawal proses perizinan usaha didaerah.(****)
- Baca Juga :Wali Kota Sorong lantik badan pengurus K3MS


0 Comments