Mundur Massal 160 Guru Sekolah Rakyat, Ini Penjelasan Mensos Selengkapnya
Jakarta, VoicePapua.com – Pada tahun ajaran baru 2025/2026, Indonesia kembali dihebohkankan dengan mundur massal sebanyak 160 guru Sekolah Rakyat. Sehubungan dengan hal itu, maka ini penjelasan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf selengkapnya.
Mundur massal itu alasan mereka atau para pendidik ini, dikarenakan lokasi tempat tinggal pengajar yang jauh dari sekolah. Demikian dihimpun media ini dari laman RRI, Rabu (30/7-2025).
"Jadi itu salah satu alasannya, secara umum. Itu tadi karena penempatannya terlalu jauh," ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (29/7/2025).
Gus Ipul mengatakan, pihaknya sudah memproses masalah tersebut dan mempersiapkan para penggantinya. "Kita sudah proses dan Insyaa Allah penggantinya sudah ada, dilakukan lewat sistem, bukan (Kemensos)," kata Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan, proses pemilihan penempatan sebelumnya dilakukan melalui sistem. Hal inilah yang membuat para guru jadi mengundurkan diri.
Namun, Gus Ipul mengakui, bahwa pihaknya menghormati keputusan para guru yang mundur. Menurutnya, Kemensos tidak dapat memaksa mereka jika para guru ingin mundur.
"Kita hormatilah, selama mereka mengikuti proses seleksi. Dan kemudian setelah diterima dia mengundurkan diri, kita ngga bisa maksa," ucapnya.
Menurutnyal, ada banyak guru yang sudah mengikuti pendidikan profesi guru, namun belum ada penempatan. Sehingga, nantinya, mereka-mereka ini yang akan mengisi kekosongan posisi guru sekolah rakyat.
"Kita proses kembali untuk membuka kesempatan kepada yang lain, karena masih ribuan guru yang belum penempatan. Jadi Insyaa Allah sekali lagi untuk sekolah rakyat kita terus berproses, terus perbaiki kekurangan-kekurangannya," katanya.(****)


0 Comments