Raja Ampat Dijadikan Pengembangan Sektor Pariwisata Berkualitas Tinggi
Waisai, VoicePapua.com - Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya atau lebih dikenal dengan wisata bahari yang telah mendunia, maka tak heran apabila daerah ini akan dijadikan pengembangan pariwisata bekualitas tinggi dan berkelanjutan.
Dikutip dari laman RRI, Kamis (16/10-2025) menyebut, pemerintah pusat memiliki komitmen penuh untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat selama pemerintahan Presiden Parabowo Subianto.
"Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata akan mendukung dan mengawal pembangunan destinasi prioritas nasional Raja Ampat. Bahkan Ibu Menteri Pariwisata menyatakan komitmen bahwa pembangunan Pariwisata di Raja Ampat harus menjadi legacy bagi pemerintahan saat ini," kata Deputi Bidang Pengembangan Infrastruktur dan Destinasi Kementerian Pariwisata Hariyanto, saat pertemuan dengan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, Senin (13/10/2025).
Hariyanto mengungkapkan saat ini dasar hukum dalam pengembangan pariwisata Raja Ampat semakin kuat dengan adanya dua peraturan presiden, yaitu Perpres No.87 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) dan Perpres No.12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN.
Menurut dia, dalam RPJMN ini menjadi dasar bagi semua Kementerian lembaga untuk membuat program dan kegiatan dalam menunjang pengembangan pariwisata Raja Ampat. Pengembangan kawasan wisata Raja Ampat baru memasuki tahap awal dan akan terus dievaluasi sejauh mana capaian yang telah dilakukan untuk pengembangan destinasi wisata prioritas Raja Ampat.
Hariyanto menambahkan Kemenpar sudah mendapat masukan dari pemerintah provinsi dan kabupaten serta melihat langsung kondisi masyarakat sebagai pertimbangan dalam pengembangan pariwisata ke depan agar tidak meninggalkan potensi geologis dan keanekaraganam budaya warga lokal.
Kementerian Pariwisata, kata dia, bersama Dewan Ekonomi Nasional juga akan melakukan akselerasi bagi pengembangan pariwista Raja Ampat, terutama dalam menggaet investor. Jangan sampai investor yang masuk tidak sejalan dengan dengan semangat filosofis pariwisata berkelanjutan.
"Selama tahun 2024 belum banyak kegiatan yang dilakukan dalam mendukung RIDPN Raja Ampat. Hal ini menjadi pekerjaan rumah agar tahun selanjutnya ada akselerasi program pembangunan di Raja Ampat," kata dia.(****)
- Baca Juga :Kapolri: Tinjau arus balik di Lampung aman


0 Comments