Dapur MBG meningkat hampir 100 kali lipat
Jakarta, VoicePapua.com – Dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG meningkat hampir 100 kali lipat. Bila dianding awal MBG hanya baru sekitar 190 dapur dan hal itu seiring percepatan program nasional.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan.
Dikutip dari RRI, Sabtu (17/1-2026), Tigor mengakui, pembentukan dapur pada fase awal program tidak berjalan mudah. Keterbatasan pendanaan dan kesiapan pengelola menjadi kendala utama.
“Awalnya mencari 190 dapur sangat sulit. Banyak calon pengelola mundur karena harus menyiapkan modal sendiri,” ujarnya dalam diskusi publik 'MBG outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia', Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, pertumbuhan dapur meningkat setelah inovasi dan kerja sama lintas institusi dilakukan. Kolaborasi melibatkan kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak.
“Setelah ada inovasi dan kolaborasi, jumlah dapur meningkat sangat cepat. Pertumbuhannya hampir seratus kali lipat,” katanya.
Jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat 19.198 unit per 8 Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahap awal.
Pertumbuhan dapur berdampak langsung pada jumlah penerima manfaat program. Cakupan layanan terus meluas di berbagai daerah.
“Awalnya penerima manfaat sekitar 400 ribu orang. Saat ini jumlahnya mencapai sekitar 55 juta orang,” ujarnya.
BGN menargetkan jumlah dapur terus bertambah hingga April 2026. Target tersebut diiringi perluasan penerima manfaat nasional.
“Kami menargetkan 32 ribu dapur hingga April 2026. Penerima manfaat diperkirakan mencapai 82,9 juta orang,” katanya.
Tigor menambahkan, peningkatan dapur berdampak pada lonjakan kebutuhan bahan pangan. Ketersediaan pasokan menjadi perhatian utama BGN.
“Kebutuhan beras bisa mencapai tiga juta ton per tahun. Kebutuhan sayur rata-rata enam ton per bulan per dapur,” ujarnya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI), Alven Stony menegaskan, pengusaha MBG tidak hanya menikmati anggaran negara. Ia menyebut, proses yang dijalani penuh perjuangan dan belum seluruhnya kembali modal.
“Jangan melihat kami pengusaha MBG ini senangnya saja, tetapi penuh perjuangan. Sampai hari ini kami juga belum kembali modal,” ujarnya.(****)
- Baca Juga :Kapolri: Tinjau arus balik di Lampung aman


0 Comments