Terkait Masuknya Sapi Asal  Pulau Seram, Bupati Sorong Angkat Bicara

Aimas, VoicePapua.com – Terkait dengan masuknya sapi asal Pulau Seram, Maluku pada pasca Hari raya Iduladha 1446 Hijriyah yang lalu, Bupati Sorong Johny Kamuru angkat bicara.

Bahkan, menyangkut informasi teknis begini tak menunggu lama, sang bupati langsung memanggil Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Magriet B.H. Nauw untuk turut mendampingi sekaligus mengklarifikasinya.

Soal sapi yang masuk ini, kata Magriet, dari Pemprov Papua Barat Daya semuanya ambil di kita dari Kabupaten Sorong ini, ujar dia di kawasan Pasar Induk Mariat, Kamis (12/6-2025) bersamaan dengan kegiatan pasar murah pangan segar dan beberapa kegiatan lainnya.

“Mengapa kita ambil sapi dari Seram? Dengan harapan sapi dari petani lokal tetap terjaga populasinya. Dan, begitu pula apabila kita tidak datangkan sapi dari luar tentu otomatis populasi sapi kita di Sorong ini akan berkurang,” beber dia.

Sehingga, kami dari Dinas Peternakan mensiasati dengan cara itu. Kalau banyak sapi yang keluar, lalu tidak ada pengganti kira-kira bagaimana, lanjut dia sembari kembali bertanya.

“Patut diingat, untuk Hari Raya Qurban kemarin tidak semua dari Seram. Bahkan, kemarin sapi  dari Kabupaten Sorong sendiri sekitar 500-an lebih ekor dan itu semua dibawa ke beberapa kabupaten,”ungkap dia.

Target kita untuk ke depan, kita tidak semua berharap sapi dari sini (Sorong) saja. Lebih masalah lagi saat dari dinas lakukan pendataan populasi sapi, petani lokal selalu menutup-nutupi.

Sapinya ada sekitar 10 ekor bisa saja mereka lapor kepemilikan mereka hanya dua ekor saja dan ini karena petaninya tidak jujur, tutup dia.(****)