Plt Sekda Bintuni Pimpin Panen Padi Seluas 100 Hektare

Bintuni, VoicePapua.com – Pelaksana tugas (Plt) Sekda Bintuni, Frans Awak memimpin langsung panen padi pada lahan seluas 100 hektare di Komplek Persawahan Jalur 9, Kampung Banjar Ausoy (SP 4), Distrik Manimeri, Sabtu (13/9-2025).
Dengan adanya kegiatan ini untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui program pengembangan tanaman padi.
Dikutip dari laman RRI, Selasa (16/9-2025) menyebut, panen tersebut merupakan bagian dari program prioritas 100 hari kerja bupati dan wakil bupati, yakni penanaman padi seluas 100 hektar. Dalam sambutannya, Frans Awak menegaskan, langkah ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.
“Dengan harga jual Rp 15 ribu per kilogram, diperkirakan perputaran uang yang dihasilkan dari hasil pertanian ini bisa mencapai Rp 2,65 miliar. Ini tentu memberi dampak langsung pada kesejahteraan petani dan masyarakat,” ujar Frans.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, Yanuarius Baru, menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan misi keempat Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, yaitu mengembangkan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Kebutuhan beras di Teluk Bintuni mencapai 6,9 ton per tahun, sedangkan produksi beras lokal rata-rata baru 53,8 ton. Artinya, lebih dari 99 persen beras masih didatangkan dari luar daerah. Program 100 hektar ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan tersebut,” katanya.
Ketua panitia kegiatan, Ivang Manibuy, menambahkan, program ini dilaksanakan dengan swakelola tipe IV melalui kelompok tani di beberapa distrik: Manimeri (67 hektar), Tuhiba (18 hektar), Tembuni (6,75 hektar), dan Meyado (8,2 hektar). Pemerintah memberikan dukungan anggaran sebesar Rp 11,2 juta per hektar dengan masa pelaksanaan selama lima bulan, Juni hingga November.
Adapun jenis padi yang ditanam meliputi M70, Impari 30, Ciherang, dan Mekonggo. Dari total luasan sekitar 96 hektar yang ditanam, saat ini baru 4,75 hektar yang dipanen dengan hasil produksi berkisar antara 2,5 hingga 4,34 ton per hektar.
Melalui program ini, pemerintah berharap petani lokal semakin berdaya, biaya produksi lebih efisien, serta dampak ekonomi positif dapat langsung dirasakan masyarakat Teluk Bintuni.(****)